Air Ketuban
Tepat pada pukul 15.53 hari
selasa tanggal 28/8/2018 istriku melalui pesan WA mengabarkan dengan nada Tanya
yang juga disertai foto, Mas kelihatan basah?”
Aku yang telat membuka WA
tersebut berusaha segera membalas dengan bertanya balik. Iya kelihatan, emangya
kenapa? Tapi pesan balasan dariku tidak langsung terbaca, terbukti dengan hanya
betanda centang satu. Benaku seketika berfikiran negatif, “masa itu air
ketuban, ah masa nanti anaku lahir premature?” tidak tidak ini hanya perasaan
khawatirku saja. Aku mencoba menghubungi istriku melalui tlp, pun tidak
diangkat. Aku semakin penasaran, begitu juga rasa khawatiranku yang kian
menjadi. Aku menyegerakan pulang, dan sesampai di rumah agar bisa dengan tenang
tanpa harus berfikir negative dulu serta tetap mencoba menghubingi istriku
melalaui tlp. Tapi tetap sama, tidak ada jawaban dan pesan melalui WA pun masih
bertanda centang.
Terdengar suara adzan magrib,
segera saja aku berwudhu, kemudian melaksanakan shalat magrib. Setelah itu
biasa saya melangitkan suratul fatihah untuk calon anaku dan istriku dengan
disisipi harapan harapan baik untuk orang yang aku kasihi itu, sebelum
membacakan surat yang aku juga hadiahkan untuk anaku, aku membuka hp dan
tertuju langsung pada aplikasi WA, dengan penuh harap pesanku sudah terbaca
atau bahkan terjawab. Ternyata benar, pesanku sudah bertanda biru, yang berarti
sudah terbaca, malah ada jawabn dari istriku, yang menyatakan bahwa yang pada
jam 15.53 itu tanyakan adalah ASI yang keluar dari payudaranya sebelah kanan,
disisipi juga permintaan mendokan agar nantinya ASInya lancar untuk sang anak.
Amiin,, begitu harapnya.
Membaca jawab itu, kekhawatiranku
sedikit mengkis, kemudian saya melanjutkan kebiasan seperti halnya saat istriku
berada disampingku, membaca surat Maryam yang dikhususkan untuk anaku, tentunya
dengan harapan harapan baik yang terkandung dalam surat tersebut.
Setelah selesai, kemudian saya
melanjutkan chating dengan istriku, masih membahas tentang “keliatan basah” aku
mengirimkan pesan kepadanya yang aku dapatkan dari hasil browsing di google
tentang ASI yang keluar di usia kehamilan 7 bulan. Kesimpulannya itu adalah suatu hal yang
normal, dan biasa terjadi, pupus sudah kekhawatiranku terhadap keadaan istriku
dan calon anaku. Kamipun menyudahi chating “kelihatan basah” dengan
mengingatkan satu sama lain untuk jaga kesehatan, selalu berdoa, dan banyak
harapan harapan baik untuk keluarga kita, agar di tata oleh Allah.
0 Response to "Air Ketuban"
Posting Komentar