Maulid Nabi Muhammad SAW
Seperti yang
telah kita pahami Nabi Muhammad SAW merupakan Kekasih Allah, pemimpin Umat
Islam yang sekaligus menjadi Rahmat seluruh Alam. Banyak kisah-kisah teladan
dari beliau, dari mulai lahirnya hingga wafatnya. Nabi Muhammad SAW lahir pada
Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Beliau lahir dari Rahim wanita Mulia yakni
Sayyaidah Aminah binti Wahab, ayahNya Abdullah meninggal saat Nabi Muhammad
dalam kandungan beliau. Jadi sudah jelas bahwa beliau lahir dalam keadaan
Yatim.
Berkaitan
dengan kisah-kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang begitu banyak dan tentunya
bisa kita petik pelajarannya sebagai pedoman untuk kita semua dalam mengarungi
hidup, Hari ini tepat pada tanggal 19 November 2018 SMK YPT Tegal mengadakan
acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “JADIKAN PERINGTAN
MAULID NABI SEBAGAI MOMEN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER YANG BERAKHLAKUL KARIMAH”.
Harapannya agar seluruh siswa siswi SMK YPT memiliki akhlakul karimah seperti
halnya yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
M. Fadlin
Selaku ketua Panitia dan Pengurus ROHIS SMK YPT menyampaikan, bahwa acara
peringatan Maulid Nabi Muhammad sudah menjadi agenda rutin sekolah, tentunya
harapan kami sebagai pengurus Rohis acara ini tidak hanya sebagai acara
seremonial saja, tapi lebih dari itu teman teman bisa mengambil hikmah, bisa
memetik pelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari sedikit demi sedikit menirukan
apa yang sudah diajarakan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, pada acara kali
ini, dibarengi acara khotmil Quran yang juga setiap tahun diadakan oleh Kepala
sekolah kami Bpk. Solehin S.Pd.MM. jadi Alhamdulillah, acara kali ini penuh
dengan keberkahan, mudah mudahan. Amin .
Dalam acara
peingatan Maulid Nabi tersebut, didatangkan penceramah yang cukup populer dari
kota Batang, Ust. Zahrudin, S.Ag, dengan suaranya yang khas, lantang dan cukup
menarik perhatian hadirin semuanya, beliaupun menyampaikan, bahwa bila kita
semua mengaku sebagai umat Rasulullah, ingin mendapatkan syafaat dari
Rasulullah, maka jangan sampai kita lupa bersahalawat kepada rasul, sebab bila
ditinjau dari segi hukum, shalwat kepada Nabi Muhammad dalah wajib. Allah dan
para malaikat saja senantiasa bershawalat kepada Nabi, “Innallah awamalaikatahu
yusholluna ala nabii, yaa ayyuhaldzina amanu sholu alaihi wassallimu taslima.” Masa
kita yang banyak “kekarep” suruh bershalawat saja tidak mau.
Uts. Zahrudin
juga menyitir hadis yang berbunyi “sholu
kama roatumuni usholi” shalatlah kalian seperti sholatku, beliau menjelaskan
bahwa hadits ini dipahami bukan secara hukum qothi, artinya jika melihat
berbagai macam model shalat jangan diributkan, sebab kita semua tidak tahu
persis bagaimana shalat Nabi, maka wajar kiranya banyak dari hal-hal yang
sifatnya furu’iyah (cabang) yang berbeda beda. Kalimat “seperti shalatku” itu
banyak tafsirya, ada yang mungkin ketika bersedekap setelah takbir menaruhnya
tepat diatas perut, ada yang di dada bagian atas, ada pula yang disamping tepat
dibagian ulu hati. Nah apabila kalian semua melihat pelbagai perbedaaan
tersebut janganlah kemudian ribut, menyalahkan, merasa shalatnyalah yang paling
benar. Sebab, itu soal cabang, bukan permasalahan pokok. Kita itu tidak hanya
dituntut untuk urusan hablu min Allah saja, tapi juga yang tak kalah penting
hubungan sesama manusia. Hablu min annas. Banyak orang yang kemudian secara
amaliyah ibadah Nampak begitu apik, tapi dengan sesama manusia, dengan
tetangganya sendiri seringkali terjadi keributan, saling menggunjing satu sama
lain. Lah ini kan lucu, sebab sebenarnya adalah ketika hubungan dengan Allah
itu baik, outputnya hubungan dengan sesama manusia itu juga baik. Kalo tidak seperti itu berarti ada yang tidak pas. Nabi Muhammad saja, diutus oleh Allah untuk
menyempurnakan akhlak manusia. Tidak sedikit cerita Nabi Muhammad dalam rangka
berdakwah menunjukan keluhuran akhlaknya kepada siapapun, sekalipun dengan
orang orang kafir yang memeranginya.
Kalian pastinya mendengar kisah
seorang kafir yahudi, yang tiap kali Rasulullah pergi ke masjid kemudian ketika
Rasullah lewat di depan rumahnya diludahilah muka rasulullah, itu setiap kali
rasulullah ke masjid. Tapi begitu Rasulullah tau orang tersebut sakit,
Rasulullah lah yang menjenguk pertama kali dan membawakan buah buahan untuknya.
Atas kelembutan Rasulullah itulah kemudian orang yahudi tersebut masuk Islam.
Maka sekali
lagi, kita patut bersyukur karena kita ditakdirkan oleh Allah menjadi umat
Rasululah, selanjutnya sebagai orang yang beruntung dijadikan umat Nabi Muhammad, seyogyanya kita harus mau dan bisa sedikit demi sedikit meneladani
sifat, sikap Rasulullah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Tutur Ust.
Zahrudin mengakhiri ceramahnya.
Acara terebut
berakhir tepat pada pukul 11.00, dilanjutkan dengan doa dan ramah tamah bapak ibu
Guru karyawan SMK YPT, mudah mudahan harapan ketua pelaksana, dan pengurus
Rohis bisa terwujud dan semua apa yang disampaikan oleh Ust. Zahrudin sebagai
penceramah bisa dicerna dengan baik dan diterapkan oleh semua yang
mendengarkan.

0 Response to "Maulid Nabi Muhammad SAW"
Posting Komentar